Saturday, December 28, 2013

Muara Enim part 1

Bismillahirrohmanirrohim.
Selamat datang di Muara Enim, sebuah kabupaten kecil yang terletak di daerah Sumatera Selatan. Sebelah utara dari Palembang dan sebelah Selatan dari Bengkulu. Disini kita akan sedikit menggali Kabupaten yang memiliki luas wilayah tidak lebih dari 8000 km persegi ini.

Muara Enim juga merupakan salah satu penghasil batu bara terbaik di Indonesia, selain daerah Lahat dan Tarakan. kalori yang dihasilkan batu bara di Muara Enim ini mencapai 6 kalori, sedangkan di daerah lain batu bara yang dihasilkan hanya berkisar 3 kalori. semakin besar kalori yang dimiliki suatu batu bara, maka semakin bagus kualitas batu baranya. batu bara di Muara Enim ini diangkut dengan menggunakan kerena khusus barang yang memang hanya digunakan untuk mengangkut batu bara dan truk-truk besar. tercatat di Wikipedia bahwa produksi setiap tahunnya mencapai lebih dari 10 juta ton batu bara, kurang kaya apa Indonesia? haha, tapi sayangnya batubara disini entah kemana wujudnya, harusnya sih kalau memang dijual dengan benar, penduduk disini sudah kaya-kaya. tapi kenyataannya.... HA! It's Indonesia~~

Oke, itu prolognya. Jadi untuk postingan edisi kali ini saya bakal ngebahas perjalanan saya ke Muara Enim. tercatat dari tanggal 22-26 Desember saya beserta dua adik saya yang bernama Nidaan Khofiyah (17) dan Qorry Aina (13) ditambah Bude Dewi. Tujuan ke Muara Enim itu ikut seminar, engga deng tujuan utamanya adalah saya ingin menginjakkan kaki saya di bumi yang lain, meskipun masih di Indonesia cuma belum pernah melangkahkan kaki ke daerah Sumatera Selatan. sebenernya sih kesana lebih ke arah silaturrahim ke tante saya yang biasa saya paggil "bunda". beliau adalah seorang notaris yang bermukim disana. ya, lebih tepatnya 'liburan' di akhir tahun. gapapa kan? oke, mungkin suatu hari saya bisa ke sebuah tempat yang jauh dari tempat tinggal saya untuk keperluan yang jauh lebih baik, misal ada seminar atau penelitian atau bahkan bisa mengisi seminar gitu. semoga aja suatu hari nanti. aamiin.

haha, terlalu berlama-lama openingnya, kita lanjut ya ke acara liburan saya kali ini. ya, tanggal 22 Desember itu hari ibu, harusnya dirumah sama ummi, ngapain gitu.. tapi ya karena tiket udah terlanjur di pesen, hasilnya harus berangkat. Alhamdulillah malemnya udah sempet bikin kue kecil, simpel sih tapi rela bagi-bagi?


    Ini kuenya~ ya sangat sederhana kan?

Kita berangkat dari terminal bus rawamangun, ini first time saya pergi jauh dengan menggunakan bus, nunggunya di terminal lagi. kebayang ga barang bawaan yang banyak, koper, plastik-plastik dan tas tentengan menyapa terminal yang sudah penuh sejak pagi. saat kami datang, ternyata bus kami delay (gaya aja biar mirip pesawat) harusnya dateng jam 12 malah jadi jam 13. padahal kami sudah sampai di terminal jam 10.30. menunggu itu memang pekerjaan yang membosankan, beneran. apalagi kalo yang ditunggu ga ngasih kepastian *salah fokus* untung busnya masih ngasih kepastian, dia bakal dateng jam 1 siang. i'm waiting you~ haha.

saya pernah baca statusnya tere liye tentang bagaimana menunggu itu bisa menjadi berbagai macam kemungkinan. ada orang yang menunggu cuma diem kaya kambing conge' ada juga yang menunggu sambil mengamati sekitar ada pula yang menunggu sambil melakukan sesuatu yang berguna. saya berada pada pilihan kedua, saat menunggu bus hadir, yang saya lakukan adalah mengamati sekitar. saya melihat-lihat bagaimana keadaan terminal. dan ternyata saya menemukan banyak hal!




1. Terminal itu merupakan pintu untuk kesempatan mencari kehidupan baru.
saya bener-bener baru sadar kalau di terminal itu banyak orang-orang luar jakarta yang memiliki pengharapan untuk memiliki kehidupan yang lebih layak di jakarta. karena kalau kita fikir, apa aja ada di jakarta. apa sih yang gaada? sekolah yang bagus? ada. gedung-gedung perkantoran dengan karyawannya? ada. tempat hiburan seperti mall, bioskop, tempat wisata? ada. semuanya ada. ya meskipun kurangnya adalah udara yang bersih, tapi kalau kita telaah lebih dalam, coba kita bayangkan menjadi masyarakat desa di daerah, coba mungkin pilihan hidup mereka hanya sedikit. kalau ngga bertani, jualan, jadi pegawai pemerintah. sekitar itu saja, jadi banyak orang yang mencari peruntungannya disini. Jakarta, kota metropolitan, kota seribu warna. jadi bersyukurlah orang-orang yang ada disini, memiliki harapan yang lebih banyak daripada mereka, harusnya sih bisa jauh lebih maju. harusnya..

2. Tempat bagi keberlangsungan kegiatan ekonomi.
gausah jauh-jauh, dengan bayar uang ke travel, travel ngasih ke supir lalu supir menggunakan uang itu untuk kehidupannya kan? ditambah lagi banyaknya orang-orang yang berjualan disini. ini berhubungan dengan poin pertama, dimana "jual apa aja di jakarta laku". ya, sekedar jualan lukisan, poster-poster, makanan ringan bahkan gesperpun laku. saya salut sama para pedagang yang emang sabar banget menjajakan jualannya ke setiap calon penumpang, karena hidup mereka ya digantungin disitu. dan pekerjaan yang lebih ngebuat hati saya nano-nano adalah kuli angkut, jadi kemaren pas turun dar taksi dengan bawaan segambreng, para kuli menghampiri kami dan bergegas membantu kami membawa barang kami ke ruang tunggu. ada sekitar tiga orang dari mereka berlari sumringah. dan segera pergi setelah diberikan uang lima ribu rupiah. ah, hidup keras sekali rupanya.

3. Terminal juga merupakan tempat dimana transfer barang dari suatu tempat ke tempat lain.
yow, banyak orang di terminal yang bawa barang yang amat banyak. sampe berkerdus-kerdus dan saya menyimpulkan isinya adalah barang dagangan. ya, mungkin dagangan dari garut dibawa sama para pedagang untuk di jual di jakarta. seperti itulah.

4. Tempat perpisahan.
pernah nonton ftv gitu ga sih? ngeliat orang dadah-dadah di bus? nah kemaren saya juga liat kaya gitu, suasananya mengharukan banget. dimana ada bapak-bapak yang mengejar-ngejar bus dan anaknya melambaikan tangan. unyu banget ga sih itu kondisinya.. dan yang kaya gitu ga cuma satu dua, tapi banyak. haha gini nih orang yang pernah mudik, yang ga punya kampung, yang gapernah pergi jauh-jauh. tapi itu tetep spesial buat saya. momen yang bakal jadi gambaran jelas sebelum keberangkatan dan akan menjadi energi yang besar untuk orang-orang yang sedang berjuang.

5. Kondisi terminal
kalo kita ngomongin kondisi terminal, you know lah gimana. kotor pasti jadi catetan utama, kamar mandinya bau dsb. ya itu udah biasa. cuma yang saya pikirin bisa ga sih suatu hari nanti terminal tuh jadi tempat yang wangi, bersih macem bandara? insyaAllah bisa. kalau ada yang mau bergerak. cuma itu.
selain kondisi fasilitas, ada hal yang saya soroti lagi, yaitu kondisi orang-orang di terminal. suka lucu ngeliatnya, dengan karakter yang macem-macem mereka disatukan di sebuah tempat ini. ada orang batak ngobrol sama orang sunda, orang jawa ngobrol sama betawi. belum lagi karakter yang berbeda seperti yang suka marah-marah, penipu, pencuri, polos dsb. macem-macem kan? disini ada.

terlepas gimana, saya cukup menikmati tiga jam menunggu, meskipun bosen juga sih. tapi jadi sadar banyak hal-hal kecil yang kadang suka kita lupakan.

Akhirnya bus kami datang, nama busnya Harum. kami bersorak yeyeyelalala. Alhamdulillah gitu ya harusnya.. perjalanan di mulai pukul 13.30, dengan berbekal doa naik kendaraan, bus kami melaju. entah berapa jaraknya yang jelas jauh. perkiraan awal sampai di Muara Enim pukul 5 atau 6 pagi.

sepanjang jalan, yang saya lihat adalah jalan tol dari rawamangun, ke arah jakarta barat lalu ke merak. sebenarnya sepanjag jalan menuju merak saya lebih banyak tidur, mempupuk energi. wkwk. sampai di merak, banyak sekali bus-bus dan truk besar mengantri untuk naik kapal. dan ternyata, pelabuhan tempat penyaluran ekonomi yang boleh jadi amatlah besar, lihat saja truk-truk yang mengangkut berbagai macam barang, entah kemana tapi pasti harganya mahal. haha.



sekitar pukul 17.30 bus kami naik kapal, para penumpang diwajibkan untuk naik ke atas, dilarang stay di bus. karena jika terjadi kebakaran, upaya penyelamatan dibawah pasti sangat sulit. oke, naik ke atas. disana banyak lagi rupa-rupa orang, ya bisa menerkalah bagaimana kondisi didalam kapal. banyak tempat duduk terus ada ruangan-ruangan khusus berbayar. ada kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. yang ekonomi gratis, selebihnya ruangan ac yang bayar. saya jadi ingat bukunya Andrea Hirata, kalo gasalah di Maryamah Karpov. disana digambarkan kalau Ikal menaiki sebuah kapal menuju Belitong dengan perjalanan yang tidak sebentar dengan kondisi kapal yang kotor dan bau. ditambah ia tidak mendapat tempat duduk dan harus bertahan demi pulang ke Kampung halamannya. aih, buat saya itu romantis. perjuangan menjemput rasa rindu yang besar {}. nah, saya aja yang cuma dua jam perjalanan dan duduk di kursi, ditambah ruangan ac masih aja ngerasa pusing, kapalnya goyang-goyang sih... *yaiyalah namanya juga bergerak* saya ngebayangin gimana Ikal harus bertahan. haha. ya begitulah hidup tak ada cinta tanpa perjuangan yang gigih.

oiya, karena waktu sudah menunjukkan waktu magrib, saya sama Qorry sholat ke lantai atas. mushollanya cukup bagus menurut saya, mungkin bisa menampung seratus orang dan ada ACnya, haha. saat sholat, ketemu seorang kakak berjilbab, wajahnya teduh gitu. waktu bingung harus gimana sholat jama kalo berjamaah, beliau memberitahukan untuk ikut aja. terus selesai sholat saya sksd deh, ternyata kakak itu kuliah di UI loh, haha semester 5. jurusannya psikologi, dan mau pulang ke Padang. ciyee anak rantau. katanya abis UAS, jadi pulang deh. mungkin gitu ya kalo jadi anak rantau..... kangen rumah.
abis itu nyempetin diri al-ma'tsuratan bersama angin malam dengan pemandangan lautan yang luas, hitam warnanya ditutupi gelap malam. itu rasanya super sekali. cobain deh.


    asik banget malem-malem ditemani sepoi angin


    namanya Qorry, didalam kapal

begitu balik ke tempat duduk, eh ternyata ada live musik dangdut-__- "yo bang nyawer-nyawer.." haha apapun dilakukan demi uang.:"" karena ga berisik. akhirnya saya dan yang lain keluar dan mencari udara segar di laut, ya. melihat laut kadang membuat hati jadi lebih damai. deburan ombak yang lewat berbunyi menentramkan hati. oiya ada info penting, waktu lagi liat laut saya ngeliat ikan lagi loncat-loncat loh. itu amazing! secara dari dulu, waktu kelas 1 SD saya pernah nulis di buku harian saya kaya gini "Silmy hari ini ke Lampung naik kapal, silmy padahal pengen banget liat lumba-lumba di kapal. ditunggu-tungguin lumba-lumbanya ngga muncul-muncul.." lucu ya, waktu SD emang udah suka nulis gitu, dan kemaren akhirnya ketemu sama ikan pas di laut. mungkin suatu hari nanti ketemu lumba-lumba. aamiin.

ngomongin deburan ombak, saya jadi mikir kehidupan kita. saya mengibaratkan kehidupan kita berlalu amat cepat, secepat deburan ombak yang mengenai kapal, berbuih dua detik lalu hilang. ya, begitulah hidup. kalau kita melihat kenangan semasa kecil, rasanya baru kemarin bukan? mungkin itu juga akan kita rasakan saat sudah tua nanti. rasanya baru kemarin saya masuk kuliah, lulus SMA. seperti jejak yang ditinggalkan, semoga kelak saat kita buih kita habis waktunya, ada yang tersisa. bukan hilang tanpa memberikan apapun. saya hanya meminta kepada Allah agar menjadi hamba yang baik dan bisa terus bermanfaat. dan semoga jika Ia meridhoi, saya bisa menduduki surga-Nya. aamiin ya Rabb.
Hidup, ia berlalu secepat buih di laut. banyak namun siapa yang tahu bagaimana akhirnya?

Sampai di pelabuhan Bakauheuni, Lampung sekitar jam 8 malam. lalu bus melaju menyusuri jalur lintas Sumatera. saya ngerasa kalau jalur lintas sumatera itu seperti tak berakhir. panjang.. setiap bangun dari tidur, rasanya jalanan sama semua, ga sampe-sampe gitu. ditambah AC bus yang mati, akhirnya menunggu perbaikan dulu. lama.... gitu. dan sampai di Muara Enim jam 12.30. jadi total perjalanannya adalah 23 jam 30 menit. selamat, lama sekali rasanya.

sebenernya agak nyesel ketika di jalan malah didominasi sama tidur, karena banyak sih yang bisa diliat. misalnya pemandangan hutan-hutan, rumah penduduk yang rata-rata rumah gadang, sungai yang mengalir, sawah-sawah. tapi apa daya, mata mengantuk dan tertidur. sampe ga sadar kalo ada bus yang kecelakaan-_- pesen buat temen-temen yang mau perjalanan, mungkin lebih stay mata yang tahan memandang sekitar, jangan tidur melulu. hehe/

Alhamdulillah ketika sudah sampai, rumah bunda yang asri banyak pohon ngebuat istirahat kita maknyus. ditambah makan siang yang langsung disediakan pindang, pempek dan tekwan. pindang itu ikan patin dikasih  kuah gitu, rasanya asam manis pedes. katanya ini khas sumatra. kalo pempek sama tekwan pasti taulah ya, rasanya enak. hehe. malam harinya ada duku dan durian. duku kan khas palembang. dan durian... lagi musimmya. nyeeem~

 
     Ini namanya pindang, dijamin enak:)


durian~~

hari pertama kedua selesai. di akhiri dengan bobo cantik di kamar yang bersebelahan dengan rel kereta api pengangkut batu bara. kadang, jendela ikut bergetar saat kereta melintas.

segini dulu yaa ceritanya. part 2nya saya bakal cerita tentang apa aja yang ada di muara enim. InsyaAllah.


    ini cuplikan untuk muara enim part 2.

namanya perjalanan, selalu punya kesan, cerita..
namanya perjalanan, menimbulkan lelah yang bahagia
namanya perjalanan, membuat kita semakin kaya.
namanya perjalanan, menyadarkan kita bahwa ada yang Maha Kuasa.

Subhanallah.

dini hari,
silmy kaaffah


Sunday, December 8, 2013

Sesederhana Itu

Pagi itu aku, Ka Ewin dan Ka Netra baru saja meluruskan kaki di kamar, usai menyelesaikan sarapan kami mulai bercerita. Ka Ewin bercerita heboh tentang murid privatnya yang aktif dan menggemaskan. Sebut saja namanya Asma, saat itu ka ewin sedang duduk berhadapan dengannya lalu si Asma bertanya “Kak, nama sahabat kakak siapa?”
Ka ewin pun menjawab “Kenapa Asma?”
“Gapapa kak, ayooo siapa kakk?”  tanyanya lagi penuh antusias.
“Hmm, siapa ya.. Syifa!” jawab Ka Ewin.
Lalu dengan cepat Asma menuliskan nama Ewin nama Ewin lovesyifa dilengan kirinya. Dilanjutkan dengan menuliskan nama Asma love Rian di ujung lengan kirinya. Dan menutupinya dengan rambut yang tergerai panjang.
“Hayooo, nulis apa Asma?”
“Engga apa-apa kok kak. Engga apa-apa~” ujarnya minta diperhatikan.
“Itu Asma love siapa ituuu?” ka ewin menggoda Asma.
“Ada deh. Hehehe. Ka Ewin, kakak pernah suka sama seseorang gak?”
Ka Ewin terdiam. *Bagaimana cara menjawab pertanyaan ini kepada anak kelas  5 SD?* lalu ka ewin tersenyum “Pernah kok. Hehe. Kenapa hayo Asma?”
“Iya, aku suka sama temen aku namanya Rian.” Ujarnya membuka rahasia yang tadi ia tutup-tutupi.
“Kenapa kamu suka dia?”
“Karena orangnya baik. Terus dia rajin sholat kak..” ucapnya malu-malu.
“Loh kok kamu tau kalo dia rajin sholat?”
“Iya, soalnya pas istirahat kadang aku suka meriksain bukunya Rian kak, terus mutabaahnya penuh sholat wajibnya. Makanya aku suka sama dia.”
Ka Ewinpun tersenyum menggoda “Jadi kamu suka iseng ngeliatin dia yaa?”
Asma mengangguk menambahkan “Iya, kadang kalo aku duduknya dibelakang aku suka liatin dia terus kalo dia ngeliat aku, aku pura-pura nunduk deh kak..”
“How if he doesn’t like you?”
“Yaudah gapapa. Kan ini perasaan aku, kalo dia gasuka aku ga maksa dia untuk suka sama aku. Yang penting aku suka sama dia.”
“Terus kalo dia ternyata juga suka sama kamu?”
“Yaudah juga kak. Palingan aku Cuma seneng.”
“Lalu?”
Aku gamau pacaran kak, tapi aku mau sekolah yang rajin dulu sampe nanti kalo udah besar baru deh Rian boleh ngajak aku nikah.” Jawabnya polos dan jernih.
“.....”

Sesederhana itu. Sungguh sesederhana itu harusnya kita memaknai rasa suka yang ada di hati kita. Dari seorang anak kelas 5 SD, yang mungkin masih belum mengerti apa artinya cinta. Ia menjawab dengan jujur apa yang ia rasakan. Dan ia tahu betul harus ia apakan perasaan yang ada didalam hatinya itu.

“Jika memang ia tidak suka, yasudah. Ini urusan perasaanku, aku ngga maksa dia suka sama aku.” buat saya ini sungguh perkataan dewasa, lebih dewasa dibanding dengan fenomena sekarang yang terkesan “memaksakan” cinta pada siapapun itu. Tidak perlu khawatir dan cemas jika orang yang kita sukai tak menyukai kita. Karena kita menyukainyapun dengan ikhlas, tulus.

Dan tak perlu berbahagia berlebihan saat orang yang kita sukai ternyata juga menyukai kita. Jika memang ia menyukai kita, lalu apa? Mau pacaran? Lalu jika bertemu dengan orang yang lebih baik rupanya, sifatnya lalu kita putus dengan dia dan berpindah ke lain hati? Rasanya, untuk setia di kamus para remaja hari ini sulit, apalagi tak ada komitmen kuat dalam menjalani hubungan yang terlalu dini itu. Ya, fenomena remaja era milineum.

Mengubur makna asli cinta, merubahnya menjadi sesuatu yang cukup dengan sebuah status bahwa “kita jadian”. Menggeser makna asli sayang dengan kata-kata “I love you.” Tanpa mengkaji lebih dalam, apa iya benar-benar suka? Apa iya benar-benar sayang? Atau boleh jadi kita hanya kagum karena wajahnya begitu memesona, kata-katanya membuat kita tergoda.

Saya juga banyak belajar dari kisah Ka Ewin, menjadi seorang anak yang apa adanya masalah perasaan. Tulus dan jujur, maka pada waktunya ia akan datang sendiri dengan cara yang bijak. Bisa dengan seseorang yang kita harapkan, bisa juga tidak. Karena kita tak akan pernah tahu, hati dimana ia akan berlabuhnya.

Maka jaga kehormatan perasaan dengan menyimpannya dengan ikhlas. Bukan membunuhnya, tapi mengelolanya dengan bijak. Menjaganya dengan pemahaman yang baik agar tiba di tujuan yang baik.  

Ya, mungkin lebih sulit mengelolanya, sulit menjaga agar hati tak mencemaskannya.  Agar hati tak cemburu. Agar tak memberitahunya. Tapi yakin sajalah, dengan begitu maka perlahan hatimu akan tahu dan semakin memahami hakikat cinta yang sesungguhnya.

*berkaca, temukan dimana dirimu.*


-waktu ashar, 08 Desember 2013- 

Sunday, November 24, 2013

Rihlah Faris

Assalamualaikum.wr.wb
apa kabar? semoga dalam keadaan baik yah:)

Jadi ceritanya minggu kemarin itu ada rihlah FARIS 14. huwoo, ga terasa ya SBMPTN 2013 udah berlalu begitu lama. ya kalo diitung-itung hampir 5 bulan. yang lagi pada kuliah mungkin lagi sibuk-sibuknya dengan segala aktivitasnya, baik itu kuliah sm dosen ataupun organisasinya. yang disini juga ceritanya udah move on, gamau ketinggalan buat kuliah taun depan. ga terasa juga, kalo dulu komitmenku "pengen aktif di Mabit dan Faris" hari ini insyaAllah cukup terbukti. ya, karena emang gaada kerjaan selain dateng ke nf tiap malem minggu, atau ikut syuro faris. haha, kesannya gimana banget ya.. engga deng bersyukur karena Allah masih ngasih kesibukan. kalo engga, bisa mati berdiri deh.

Lanjut ya jadi rihlahnya diadakan di Taman Mini Indonesia Indah, haha udah ga asing lagi ya. semenjak di 14 jadi tau tempat-tempat di jakarta timur kaya condet, kramat jati, taman mini, kampung melayu, rawamangun. kece kan? Nah, pagi-pagi aku janjian sama iir dan cecen kumpul di rumah kenny jam 7. okelah, dan kejutannya adalah nirwana sari bawa motor. yeyeyelalala. kaget juga, dan ngendarainnya ituloh, ga liat spion-_- dasar iir. tapi yaudah kita caw kesana. ternyata pas masuk TMII, ia tak seindah yang kami bayangkan~ masa ada orang wisuda. dan awkwark momentnya adalah saat aku, iir dan cecen yang bawa motor salah masuk ke parkiran. yowes akhirnya kita "diusir" sama satpamnya, disuruh cari tempat parkir lain. sedih gasiih?

Setelah dapet tempat parkir, ga berhenti disitu. ternyata kita menunggu ditempat yang salah. lama menunggu, nyatanya kakak-kakak faris udah ngumpul di tempat yang lumayan jauh, dan kami berempat hanya duduk mematung. wkwk. alhamdulillah ketemu....

Usai kumpul semua, dapet arahan dari biro KD, apa yang harus kita lakukan disini. yaitu mengunjungi 10 buah anjungan yang sudah di list dan berfoto bersama pengunjung plus foto identitasnya, masing-masing anjungan harus 2 foto. jadi totalnya ada 20 foto. okesip. tardulu, itu malu-maluin gasih? dateng ke pengunjung bilang "Misi pak, kami dari SMA 14. lagi ada team building gitu pak. nah kita dapet tugas buat moto kartu identitas pengunjung disini. apakah bapak bersedia?" plis, sebenernya itu cukup memalukan, apalagi kalo pengunjungnya menatap kita dengan muka flat dan seakan-akan bilang "hey, apa yang lu lakuin disini? gatau apa kita lagi asik?" haha Alhamdulillah gasampe kaya gitu sih tapi. cuma bisa dibilang seru lah~~

Ohiya kelompoknya dibagi 2, jadi ada jalur utara sama selatan. aku beserta ka tryas, ka hafshah, iir dan elsa beserta ikhwannya krisna, ka aji, ka wendi dan ka dimas menempuh jalan utara. dapet anjungan didaerah sumatra, sulawesi dan kalimantan. perjalanan kami diwarnai bule-bule~~ di sumatra barat sempet foto sama bule, terus di kalimantan barat juga. aku menikmati sepanjang perjalanan kami, bersama dua orang koplak bernama elsa dan iir, rasanya udah lama ngga tertawa selepas ini. mungkin banyak beban ya, tapi saya sungguh menikmati meskipun jalannya jauh banget.

Setelah keliling setengah taman mini, kita dilabuhkan pada Lampung, dibawah anjungannya yang adem sekali, kami makan siang. paginya aku sempat membeli nasi uduk untuk makan siang, tapi entah mengapa tiba-tiba ia hilang, sepertinya ia memang tidak mau kumakan-,- akhirnya mintain punya orang terus beli soto deh.

Tenyata acara tak berhenti sampai disana, ada acara peringatan ulangtahun anggota faris yang lahir pada bulan juli-november. yak, banyak deh. dengan kue unyu buatan ka fitri menambah semarak acara hari itu. oke setelah itu ada materi. aku kira materinya kita bakal duduk diam mendengarkan ustadz, tapi ternyata engga. pembicaranya ka jarwo alumni psikologi UI, kakak tingkatnya ka fitri yang biasa mengisi workshop gituu. walhasil, kita dikasih materi berupa game yang kita mainkan sendiri.

game pertama adalah mengurutkan anggota perkelompok berdasarkan tanggal lahir, alamat, bulan lahir dsb.
game kedua adalah menyampaikan pesan melalui gerakan tangan. nanti pilihannya bilangan ganjil atau genap.
game ketiga main suit-suitan, ada tarzan, harimau sama perempuan. tapi dengan gaya tubuh.
game keempat adalah.... skip aja nanti juga tau.

Pada akhirnya kita di evaluasi apa makna permainan yang tadi kita mainkan.
game pertama 
kita mainan mengurutkan berdasarkan biodata kita masing-masing. artinya apa? kita harus mengenal siapa teman-teman kita di organisasi. mengenal bukan sekedar tahu nama, tapi lebih dari itu, kita (harusnya) tau dia suka apa, dia makanan favoritnya apa dsb. jadi ukhuwah, saling mengenal itulah yang terpenting.
game kedua
disini kita dibuat menyampaikan informasi dengan gaya kita, terserah mau gimana caranya. tapi sampai di akhir, apa yang kita sampaikan harus sama dengan yang diawal. itulah Komunikasi. kita harus terbiasa mengomunikasikan hal-hal apa saja yang akan kita lakukan. karena dengan komunikasi, semua anggota organisasi menjadi lebih paham apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
game ketiga
suit dengan menggunakan gerak tubuh, pernah main sih. tapi kemarin jauh lebih seru karena ada strategi yang kita rembukkan terlebih dahulu daripada asal mengelurakan gerakan. jadi yang penting adalah kita tahu apa yang kita lakukan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai visi kita bersama. so, berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.
game keempat
jeng jeng jeng, ini adalah puncak acaranya. game yang agak ekstrim, karena permainannya adalah... menginjak beling. jadi kak Jarwo telah menyediakan beling yang fresh baru dipecahin, berasal dari botol-botol teh botol sosro. tau bentuk beling kan? tajem-tajem, merinding jika membayangkan kalo kita satu persatu harus mencoba menginjak beling tersebut.
pertama mencoba tentu ka jarwo, dan dia menginjak dengan santai. akhwat-akhwat histeris, takut terjadi sesuatu. "Ya Allah, gimana pulangnya nanti kalo kakinya luka kena beling? aku naik motor ya Allah." haha, cuma itu yang aku pikirkan saat itu.
perlahan tapi pasti, para ikhwan mulai menginjak beling yang disediakan. dari mulai ka wendi sampe hul. dan mereka selamat. fyuuuh. terus giliran akhwatnya. jeng jeng jeng... takut banget, setelah saling lempar-melempar, ka Mia mengajukan diri untuk pertama menginjak beling. duh keren banget ka Mia.... dan Alhamdulillah ga kenapa-napa. kepo dong, kok bisa kaya gituuu? mau maju tapi malu dan takut. akhirnya sampai sudah pada bubar untuk solat, aku, iir, elsa, cecen baru mencoba. dan nyata benar. gaada yang sakit, malah kaya di refleksi aja. howalah. unforgetable bangetlah hari itu, 16 November 2013. saya menginjak beling. haha
oiyaa ibrohnya, hampir lupa. ibrohnya adalah "Berkomiten itu mudah, semudah menginjak beling," itu kata Ka Jarwo, ya benar sekali. semudah itu, sesederhana itu hanya tinggal kita mau atau tidak.

habis itu solat ashar dan ada permainan terakhir. jadi dari 10 anjungan yang kita kunjungi, kelompok utara dan selatan bertukar foto untuk menebak provinsi apa tempat anjungan itu di foto. walhasil, aku dan elsa, yuni, ka ajeng, ka niroh dan ka rizki menerka-nerka dan menebak.
tidak menyangka bahwa akhirnya kelompok kami menjadi pemenang. howalah, dan saat sekarang ini aku baru tau, kalo kakak-kakak faris lucu, koplak, dan keliatan aslinya. mhehehe.
plus plus bonus hadiah individu dan dateng terpagi.

dan ibroh dari rihlah hari ini adalah "seorang muslim harus memiliki pengetahuan yang luas, taman mini menjadi miniatur indonesia dan kita harus mengenal bagsa kita. agar anak rohis ga cuma di mushollah aja, tapi bisa menyampaikan dakwah secara lebih luas:"") aih kakak-kakak faris, I love you cause Allah. semoga kenangan hari kemarin bisa menjadikan kita semakin baik baik dan baik lagi. semoga kita semakin bisa menjaga 14. SMA kita bersama. semoga Allah mempertemukan kita kembali di Surga-Nya kelak:)

Apa kabar ikhwan akhwat 14?
Alhamdulillah, Luar biasa, ALLAHUAKBAR!

dini hari, 25 november 2013 (hari guru)


Saturday, November 9, 2013

Bapak Pisang Molen

Setiap ke Masjid Al-Hikmah, Masjid di daerah Mampang, Jak-Sel saya sering menyempatkan diri untuk membeli pisang molen mini yang dijual pedagang kaki lima didepannya. saya ketagihan membelinya! bukan hanya karena pisang molen yang enak tapi lebih dari itu.. pedagangya ialah seorang bapak paruh baya yang saya taksir umurnya 55tahunan. setiap pembeli yang menghampiri gerobaknya, ia tersenyum. menawan sekali, senyuman ramah yang ikhlas dari hati. usai meletakkan pisang molen di bungkusnya, ia menyerahkannya dengan nada yang menghangatkan, “terimakasih mbak..”
aih, saya sungguh belajar keikhlasan darinya. saat kulihat ia mengeluarkan dompet untuk memberikan uang kembalian, tak lebih beberapa lembar uang lima ribuan yang bertengger disana. ah, nyeri hati ini. untuk mendapatkan uang itu mungkin ia harus menunggu hingga ribuan pisang molennya laku dahulu. sedangkan saya? setiap bulan hanya menunggu uang bulanan datang menghampiri namun keluhan karena uang menjelang akhir bulan sudah habis terus terdengar.
masih jelas saya ingat, wajah bapak itu sumringah saat pembeli datang. ia tersenyum ikhlas tak mengeluh tak menggerutu. ditambah sang istri yang setia menemaninya, ikut membantu menggoreng, membuat adonan. romantis sekali bukan, di usia yang tak lagi muda mereka masih saja saling bahu membahu, mengerti dan memahami. mungkin itu namanya kekuatan cinta, dimanapun ia berada tali yang mengikat cinta mereka kuat, tak lantas putus, meski dunia menyuruhnya bekerja lebih keras.
ya, saya belajar banyak untuk mengerti dan memahami arti keikhlasan. meski masih banyak belajar. kembalilah berkaca, dimana ikhlas itu? apakah ia masih berada di hatimu?
#senjadirumah#

Saturday, October 26, 2013

Assalamualaikum.wr.wb
apa kabarr? *ceritanya nyapa dulu* waktu malem minggu sekarang jadi sangat berharga, sungguh. bisa pulang dan bisa sama kotak merah ini. menulis. lama tidak menulis tentang hidup *cakilah* haha yaudah deh.

ceritanya hari jumat kemarin pada janjian mentor gituuu sama ka Mia, tapi pagi harinya Ka Mia meng-cancel karena ada acara. okesip. janjian sehabis jum'atan, padahal jam 11 ngisi mentoring dulu di 41. tibalah saat dimana aku, cecen dan elsa bertemu (lagi) untuk mentor yang akhirnya berbelok arah menjadi sharing-sharing lalu berbelok lagi menjadi nostalgia (?) dan payahnya kita semua adalah 14'ers yang emang udah keburu jatuh cinta banget sama sebuah sekolah, mantan pabrik roti berwarna hijau yang sekarang gedungnya (agak) mirip kelurahan, tapi baguuus kok. 4 lantai..

Orang-orang yang gabisa move on. ambigu sih kata-katanya, tapi emang nyatanya gitu. mereka berdua yang sudah terlebih dahulu mencicipi bangku kuliah cerita dengan hebohnya "Di kampusku beda banget sama 14. kakak-kakaknya tuh bikin simulasi ngga meaning banget. ga lucu deh pokoknya >.<" adapula kata-kata "Bosen di kampus, kalo mentor cuma sebentar banget-__-"

haha, kaliaaan. kalo kata alumni yang lebih senior, yang ngerasain gitu bukan cuma kalian. tapi ratusan orang bilang begitu. emang 14 itu ada "sesuatu" banget yang emang harus banget kita syukuri. pokoknya dari abis jum'atan sampe abis ashar cerita-cerita seru menggema di apart, cah eko sama Masjid Al Hidayah. ya biasalah, anak-anak random, abis kelar uts muncul deh jiwa-jiwa seperti itunya. but i feel happy. very happy. apalagi kalo bisa balik ke zaman-zaman dulu dan bisa berbuat "lebih" untuk 14 tercinta yeah~

ngomong-ngomong bersyukur, ada sebuah kutipan percakapan kami bertiga kemarin "Iiiih Myyy, kenapa sih kamu masih bilang kalo kamu nganggur? padahal kan kamu sibuk banget-_-" celoteh elsa. haha oke ini berlebihan. sibuk iya, tapi ga banget. tapi pas denger kata-kata itu, aku kicep sekicep kicepnya. ya you knowlah gimana sedihnya belum kuliah sementara temen-temen lo udah pada ngomongin UTS, udah pada ngomongin organisasi di kampusnya, udah pada sibuk pake banget. dan lo ngerasa elo masih stuck, belum ngapa-ngapain. ya tapi disadari atau tidak omongannya elsa bener. kenapa harus ngerasa miris sama diri sendiri kalo ada banyak hal yang bisa kita kerjakan. wkwkw.

kalo dibilang stuck ditempat engga juga sih sebenernya, soalnya kan aku juga ronin dan di ronin aku belajar banyaaaaaak banget, belajar yang cukup menyenangkan karena banyak hal yang selama ini aku ga ngerti, aku udah jadi sedikit lebih ngerti, seenggaknya bisa gitu jawab soal yang cukup sulit. udah gitu temen-temennya lumayan asik, lumayan rajin belajar juga, disini aku bisa bebas nanya apa yang aku gatau tanpa malu-malu, disini aku ngerasa "bener-bener" belajar meski waktunya cuma 3x seminggu, tapi selalu punya keinginan ngerjain Problem Set setiap hari. ngeliat semangat temen-temen yang dari daerah jauh-jauh ke jakarta buat ronin itu sesuatu banget. sementara aku yang rumahnya cuma butuh waktu tempuh 10 menit, masih aja males-malesan. jaman ya males-malesan? wkwk gaya banget. ya secara garis besar menyenangkan di ronin, mungkin kalau Allah menakdirkan aku segera kuliah aku gabakal ngerti persamaan garis, fungsi kuadrat, mekanika dsb.

selain itu aku sudah berhasil mengajar 1 (satu) kali. ngajar kimia babnya ikatan kimia. haha masih ga ngerti kenapa ka nisa milih aku buat gantiin jadi guru privat sehari gitu-_- tapi ngerasa seneng karena udah bisa berbagi ilmu sama seorang adik yang sekolahnya di penabur uwoo~. ngga beberapa lama setelah itu ngajar hayati di mabit dan itu dadakannya pake banget, alhamdulillah ada Ilham yang jago banget biologi jadi masih bisa subsidi silang sama beliau ngajarnya *dikata besin haha* dan rasanya deg-degan ngajar didepan kelas, takut juga mereka ngga ngerti sama apa yang aku ajarin. maklum, masih pemula.

Mabit 2014! Allahuakbar! pendaftarnya lebih dari 110 orang. subhanallah. ngga ngerti lagi, apa karena ka rama suka TP-TP atau krisna yang dengan kisahnya memikat hati para calon mabiters sampe mereka datang sebanyak itu. ya seneng bangetlah, but we have responsibility to make them comfortable in Mabit. dan aku rasa itu yang cukup sulit. aku hanya berdoa supaya kepengurusan mabit 2014 berjalan lancar, sampe nanti mabit selesai pesertanya lebih dari 60 orang dan bisa ngerasain mabit jadi sebuah keluarga baru buat mereka. aamiin. semangat ka rama, ka reza dan kawan2 2013:) belajar ngajar karena ngajar adalah cara terbaik untuk belajar -kutipan dauroh mentor hari ini-

balik lagi ke masalah bersyukur, saat ngeliat temen-temen yang udah kuliah, rasa iri pasti ada. tapi rasa lega juga ada Alhamdulillah. kalo ngeliat gimana jadwal mereka yang padat merayap, aku ngga tahu apakah aku bisa nanti? tapi jawabannya bisa insyaAllah. belum lagi mereka yang merasa kehilangan waktu untuk sekedar ikut acara farispun engga bisa. huwoo~ ya Allah itu adil pake banget kok. Ia meletakkan semuanya pada porsinya masing-masing secara amat sangat tepat. keep smile:)

ya karena memang waktuku cukup luang, aku Alhamdulillah masih bisa untuk hadir di setiap pertemuan FARIS dan MABIT. masih ngga punya pikiran macem-macem kaya tugas dsb. masih bisa hadir pas langab 14, padahal aku ngga nyangka kalo aku jadi bagian dari kuota alumni yang masuk. masih bisa belajar masak buat masa depan *ups*, masih bisa merasakan nikmatnya waktu luang dan paling penting masih bisa main sama Al-Qur'an. ya, mulai tanggal 22 Oktober kemarin Alhamdulillah sudah diizinkan Allah selangkah lebih maju, bisa mulai murojaah dan bismillah segera mulai menghafal. Ya Rabb.. kuatkan hati ini, kuatkan pundak ini, kuatkan mata ini, kuatkan kepala ini, kuatkan semuanya Ya Rabb.. aku ingin menjadi hamba dan anak yang berbakti. Bismillah, bisa memulai, insyaAllah bisa menyelesaikannya. 2 gelar ya Allah, hafidzah dan dokter. aamiin.

-kehadiran merupakan kado terindah-
masih inget kata-kata ini saat diklat OSIS 2012, ya. setidaknya dengan tertundanya kuliahku ini, aku mungkin bisa lebih bermanfaat di mabit dan di 14. karena gasemuanya dikasih kesempatan bisa kurang lebih seminggu sekali mengunjungi binawan. bisa tiap hari ke NF. kalo kuliah mana bisa cobaa? *mencoba tersenyum* karena kehadiran adalah kado terindah, ya berusaha ngasih kado sebanyak-banyaknya aja. kalo orang dapet kado seneng dong. kalo nyenengin orang dapet pahala kan? haha.

ya, setidaknya itu yang bisa aku lakukan. kalo kemaren kata cecen sama elsa "jadi pengen ngasih 'sesuatu' buat almamater kita ini." ya, bener banget. dengan suatu hari bisa menjadi mahasiswi yang aktif&berprestasi, menunjukkan sikap yang baik dan ketika kembali ke 14 ada sesuatu yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk 14. ya. dengan segala apa yang kumiliki, i just wanna say "i love you so much 14" semoga bisa semakin baik baik dan baik lagi. Barakallah yang penting :)

oiya aku juga hanya rindu sama kamu, sama sosok-sosok yang bekerja bersama dahulu. apa kabarmu? baru ku baca tulisanmu dan aku sungguh terharu. ya, diam mungkin tak akan menyelesaikan apapun. tapi akus masih rindu zaman-zaman dahulu.

semangat buat yang masih pada UTS, yang random banget malem-malem ngechat orang terus cerita galau, si fawzia puji. haha, belajar buuuk.
semangat buat yang udah mulai sibuk ngurus ini itu di kampus. pasti seru.... jangan sia-siain kesempatan yang udah didapet, sementara ada ribuan orang yang memperebutkan kursi itu..
semanagat buat mabiters 2014 yang wajahnya sumringah, semoga betah di Mabit yaah.
semangat buat RONIN'ers 2013, Allah punya jalan yang sangat spesial.
semangat buat para takhosus di RQ yang punya target segera selesai hafalannya, yuk melangkah bersama.
semangat buat orang yang melalui ujian kehidupan, semoga dilancarkan.

dan malam ini aku mengucap banyak syukur pada pemilik alam semesta ini atas nikmat waktu luang yang Ia berikan secara khusus ini.

Wassalamu'alaikum.wr.wb

dengan cinta,
silmy kaaffah:)







Monday, October 14, 2013

Dear 14'46

Assalamu’alaikum.wr.wb
Dear 14’46 Apa kabarmu hari ini? Peristiwa apa yang terjadi hari ini? Maybe we call it “SERTIJAB” alias Serah Terima Jabatan OSIS/MPK SMAN 14. Apa rasanya? Degup kencang jantung terdengarkah? Aku jadi teringat setahun yang lalu, akhir bulan Oktober 2012 aku merasakan hal yang sama, meski aku bukan termasuk orang-orang didepan yang menyerahkan jaket kepada adiknya. Begitupula  pada pertengahan bulan Oktober 2011. Aih waktu begitu cepat berjalan.
Kalimat yang sering terdengar adalah “Bersiaplah kalian akan amanah besar yang akan membuat kalian menyesal telah menerimanya.” Seingatku itu adalah perkataan Kak Mogibian Darmawan, mantan ketua OSIS periode 2010-2011. Ya, kalimat itu begitu membuat merinding siapapun kelas 11 yang selama setahun kedepan akan menjalankan amanah di 14.
Bayangkan saja, sepanjang tahun, dimulai hari ini hingga bulan Oktober 2014 kalian bertanggungjawab penuh atas apapun yang terjadi di 14. Baik itu dari segi akademiknya, organisasinya, acara-acara yang akan dilaksanakan, prestasi-prestasinya, kerohaniannya dan yang terpenting tentang “nilai-nilai” yang ada, yang selama ini melekat pada SMA kita tercinta ini.
Maka janganlah kalian menganggap amanah yang hari ini kalian terima adalah sebuah ketenaran semata, amanah yang membuat kalian terkenal dan bisa dibilang keren. Mungkin kalian sudah jauh lebih mengerti apa yang dimaksud amanah dengan didikan kakak kelas kalian. Maka belajarlah untuk merenung sebentar, apa sebenarnya tujuan kalian ketika mendapat amanah tersebut? Coba kalian telisik lebih dalam hati kalian, apa yang mau kalian lakukan setahun kedepan? Dan coba ukur diri kalian, apakah sudah pantas saya mendapat amanah ini? Jika merasa belum teruslah memperbaiki diri, teruslah berusaha untuk tak menyia-nyiakan apa yang telah kakak kelas kalian percayakan kepada kalian.
Dear 14’46 Jangan lalu kalian menganggap amanah adalah sesuatu yang sulit untuk dijalani. Karena sejatinya kalian tidak sendiri. Bukan hanya kalian yang berjaket hitam dan abu-abu saja yang turut bertanggungjawab, namun ratusan teman kalian yang lain aku yakin sangat bersedia membantu. Karena 14 milik siapa jika bukan milik kita bersama? Lihatlah struktur kepengurusan OSIS/MPK hari ini, tak hanya ada BPH 34 dan BPH 25 saja bukan? Namun jauh didalamnya ada berbagai macam bidang dengan anggota-anggota luar biasa.
Apakah sapu lidi bisa membersihkan kotoran jika ia hanya sendiri? Tentu tidak! Ia bisa bekerja bila bersama. Begitu juga dengan kalian adik-adikku. Maka lihatlah ke kanan dan kiri kalian, lihat atas dan bawah kalian, tatap wajah teman-teman kalian yang setahun kedepan akan menemani perjuangan kalian disini. Rangkullah tangan mereka, ajak mereka berlari, menyongsong hari agar 14 semakin baik dari hari ke hariJ sapa mereka setiap bertemu. Peluk mereka di kala susah dan senang. Karena namanya perjuangan tak selalu terasa manis, adakalanya kita merasa jenuh dan sesak menahan beban. Maka berbagilah, jangan pernah mau menanggung beban sendiri. Jangan biarkan teman kalian ada yang merasa punggungnya patah.
Lalu, kuatkan hatimu, siapapun kalian. Amanah apapun yang kalian terima hari ini maupun beberapa hari kedepan. Yakinkan hatimu jika amanah ini adalah jalan yang terbaik yang diberikan oleh-Nya agar kita semakin banyak belajar. Semakin banyak mengerti liku kehidupan yang hanya berjalan lurus saja. Percayalah bahwa dimanapun kalian ditempatkan, porsi kalian memang disana. Bergeraklah yang terbaik sebisa yang bisa kau lakukan. Bahkan hingga tubuh kalian tak sanggup lagi bergerak karena amanah ini. Ingatlah bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya.
Sambut amanah ini dengan senyum yang mengembang dan keteguhan hati yang tulus dan ikhlas. Susun segala rencana kalian setahun kedepan. Buatlah visi misi terbaik untuk angkatan kalian. Dan jadilah contoh terbaik untuk adik-adik 14’46.
“Karena amanah tak pernah salah memilih..” maka bersyukurlah menjadi salah seorang terpilih didalamnya. “Karena amanah tak pernah sembarang memilih..” maka ingatlah setiap cerita indah yang akan kalian lalui bersama. Menatap langit malam bersama teman-teman karena pulang larut malam. Kebersamaan duduk untuk membicarakan suatu hal yang tiada akhirnya. Perbedaan pendapat yang menjadi bumbu-bumbu setiap rapat. Kepala yang cenat-cenut memikirkan proker yang belum selesai. Kebingungan kalian mengatur prioritas antara belajar dan organisasi. Juga berbagai hari yang seakan tak berjeda karena 14 selalu punya acara. Hingga nanti, saatnya di tahun depan, saat kalian akan memberikan kembali estafet amanah ini ke 14’46 kalian bisa tersenyum lega. Karena kalian bukan hanya belajar akademis di SMA, namun juga belajar kehidupan. Ya itulah manisnya masa SMA. Masa belajar dan bermain bersama.
Dear 14’46, selamat menempuh amanah baru. Selamat menjadi orang sibuk di hari-hari kedepan. Selamat bersenang-senang. Dan jangan lupa sertakan Ia dalam setiap langkah kita. Berdoalah untuk setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Berdoa agar Ia memberkahinya.
Ingatlah setiap peluh yang menetes, akan selalu ada balasannya. Ingatlah kita bekerja bukan semata-mata untuk kesenangan belaka. Ingatlah bahwa kita bekerja untuk Allah. Untuk menjadi salah satu hamba yang bersyukur dengan mengamalkan apa yang kita ketahui, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain “Khoirunnas anfa’uhum linnas.”
Selamat beristirahat adikku. Semoga bermanfaat untuk kalian. Salam sayang selalu tercurah untuk kalian.  
Wassalamu’alaikum.wr.wb

Jakarta, 14-Oktober-2013
Pukul 22:45

Silmy Kaaffah 14’44

Saturday, October 12, 2013

Assalamu'alaikum.wr.wb
malam, minggu kemarin ga sempet ngepost apa-apa. hihihi, abis tepar badannya diserang virus influenza yang cukup membuat saya terlelap seharian:') aaaaah malem-malem gini terus baca blognya kak shabrina. sekarang kak shab sedang berada di JEPANG. ya, diulangi lagi JEPANG. negeri matahari terbit, macannya asia, dimana teknologi sudah sangat maju disana. dan tiba-tiba rasanya seperti ada sayatan kecil. ya, ia hanya berbeda 3 tahun denganku. namun langkah kakinya sudah mencapai tanah lain. sosok subhanallah yang harusnya tiap kita melihat sosok seperti kak shab kita terinspirasi. bukan hanya kagum, namun juga membuat kita lebih semangat dalam menjalani aktivitas kita.

sebenarnya hari ini aku lelah. sangat lelah. lelah karena harus belajar mata pelajaran sbmptn "lagi" dan lelah karena harus lebih banyak tilawah karena belum bisa mencapai tahap menghafal di Rumah Qur'an. haha, manusiawi bukan? namun ya begitulah hidup. ada saat dimana kita merasakan titik terendah kita, kita bisa menangis sejadi-jadinya. menangis karena banyak angan yang masih jauh untuk dikejar. menangis karena merasa jenuh dengan semua rutinitas yang menjemukan. tapi menangis bukan hanya untuk meluapkan emosi. menangis untuk kembali menatap awan diatas sunguh lebih baik. ya, it's your life. you can choose what you want.

malem-malem sendirian bersama laptop emang selalu bikin pikiran random. semuanya nyampur jadi satu. tapi seneng karena masih bisa menulis kembali. ya, beberapa hari ini di RQ cukup menyenangkan. ada beberapa kegiatan non-akademis yang berhasil aku lakukan. yaitu memasak bencok (baca:kering kentang) makanan khas betawi yang biasanya nyai (panggilan untuk nenek) buat kalo kita lagi mampir ke rumahnya. itu sangat lezat dan awet berhari-hari. dengan sedikit kenekadan di jadwal masakku, akhirnya aku bersama farida dan kak puput masak bencok itu dengan penuh kesabaran dan ketekunan. harusnya kan kentang di parut ya, tapi karena gaada parutan akhirnya kita pake pisau potong tipit-tipis dan kecil-kecil. dan itu lamaaaa banget. mulai masak ba'da subuh sampe setengah 9 baru selesai motong-motong. ya, itu menjengkelkan tapi kalau mengingat rasanya nyaam alhamdulillah. semoga kedepannya bisa masak yang lebih lebih lagi:)

tuhkan bingung mau nulis apa. haha yaudah deh. selamat menjalani aktivitas!
Wassalamualaikum.wr.wb


Saturday, September 28, 2013

MABIT NURUL FIKRI

Hoy! Assalamu'alaikum.
(sorry edisi gue-guean hehe)
Hari ini ada promosi mabit 2014. Dan ternyata udah setahun yg lalu ya ngelewatin masa-masa itu. Masa perjuangan buat dapet PTN dan nyatanya hari ini gue kebagian di promosiin, bukan promosi. Ya karena I'm a ronin'ers~ yaudahlah jangan galau denger kata ronin karena gue baik-baik aja. Wkwk. lagian yang mau dibahas disini bukan roninnya tapi mabitnya. *eaaak

Di mabit, tanpa sadar gue ketemu banyak orang hebat. Dari mulai temen seangkatan sampe anak mabit angkatan pertama. Hari ini gue ngeliat sosok yang berbeda dari temen gue yg masuk mabit, dia bercerita tentang gimana mabit bisa ngerubah hidupnya. anak yang dulu di sekolahnya menduduki 3 peringkat paralel terbawah tapi hari ini duduk di sebuah jurusan kece di UI. Bukan cuma dapet jurusan yg dia mau, tp bonus dapet jurusan fk-nya ips. Padahal selama ini gue ngeliatnya dia kadang terlalu "sombong" dengan apa yg dia punya, anak yg ga peduli apa kata orang tapi dia menemukan jalannya di mabit. Jalan untuk meraih cita-citanya. Meskipun pas awal masuk mabit gue rada ga percaya dia beneran niat apa engga disini. Ya, itu pandangan yg emang sangat ga boleh. Don't judge person with his cover. Dan hari ini dia berbagi, jujur gue baru ngeh sama cerita dia dan... Terharu:')

Beda lagi sama temen gue yang bener-bener belajar bareng sama gue, satu kelas ppls ipa di mampang. Dia sangat ingin menjadi dokter. Do you know apa yang dia lakuin buat itu? Ikut tes berkali-kali, keliling jawa. 9 kali masbro, sampai akhirnya dia menemukan pelabuhannya. Pelabuhan untuk kembali berlayar karena emang gaada istilah berhenti berjuang. Gue saluut banget sama dia, sebenernya dia udah diterima di 3 fakultas teknik univ negeri macem-macem tapi dia teruus istiqomah ikut tes. Kalo gue udah meletup-letup mungkin otaknya.

Ada lagi temen gue yang kerjaannya ngajakin mabit melulu (ngajakin ikhwan loh bukan gue haha), padahal pas mabit di sekre malah main dota. Tapi dia punya sesuatu yg beda, yaitu jiwa ngajar fisikanya yg teramat kece, sering banget bantuin belajar menjelang sbmptn. Selain ngajar fisika, dia juga ngajar TPA gitu dan aktif di sekolahnya sebagai kakak yang baik. Pokoknya aktivis gitu, tapi jarang keliatan belajarnya. Mungkin ini naluri dari Allah yah.... Dan pas pengumuman dia dapet sebuah jurusan di FT UI, jurusan yg dari awal mabit emang dia inginkan. Pas dapet, yang gue fikirin adalah "mungkin ini adalah balasan dari Allah karena dia rela ngajarin orang terus padahal, dianya sendiri aja belum tentu bisa belajar sendiri apa engga."

Beda lagi sama orang2 yg masuk jurusan yang ga dia duga, padahal nilai TO sudah mencapai angka 900 tapi Yang Memiliki Takdir berkata lain, dia akhirnya masuk di ipb, yg gue tau mungkin awalnya berat buat dia menerima, tapi belakangan ini gue liat dia bahagia disana~

Aaah pokoknya banyak kisah temen-temen gue buat masuk ptn yg mungkin kalo gue jabarin ga kelar semaleman. Haha. Yang jelas disini, Mabit Nurul Fkiri memberikan sesuatu yang semua tempat bimbel manapun gabisa ngasih "ukhuwah" yang berlandaskan cita-cita berjuang bareng-bareng.

Selain temen-temen yang hebat2 banget, disini gue ketemu kakak-kakak yg super duper baik banget. Ikhlas waktu buat belajar materi kuliahnya hilang karena ngajarin kami adek-adek mabitnya yang kadang suka gatau diri. Dari berbagai jurusan dan latar belakang, mereka masih setia ngajar. Padahal kalaupun dapet bayaran, itu cuma 2 ribu per pertemuan. Dimana lagi coba lo nemuin pengajar yang matanya ga ijo ngeliat uang? Cuma di mabit.

Udah gitu ga cuma ngajar. Tapi mereka juga ngasih banyak motivasi dan cerita buat kita. Ngasih semangat, nanya terus gimana perkembangan belajar kita. Kakak yang setia nongkrong di sekre dan ga pernah marah kalo kita nanya terus-terusan. Kakak yang pas stase, nyewain rumah buat 20 orang tp cuma 5 orang yang bisa ikut:') aah parah bgt, kakak2 mabit keren dan ikhlas banget. Semoga mereka kelak bisa mendapatkan balasan apa yang dia kasih sama kita hari ini.

Disini, gue ketemu ketua BEM FT UI 2013, dan sempet join kakak asuh sama dia. Ya meskipun cuma ketemu sekali, gue menyimpulkan bahwa mabit menghasilkan orang-orang besar. Ada juga kakak yang aktif di BEM UI dan ngeshare pengalamannya di organisasi kampus.

Ya, banyak cerita disini. Dari mulai catatatan akhir yang selalu bikin sesuatu dan seru banget, kegiatan non akademisnya yg ngebuat kita berasa jadi keluarga, makan besar yang bikin kenyang. Semua yang ngebuat gue ga nyesel menghabiskan kelas 12 disana, ya meskipun belum dapet kuliah. Gue ga nyesel atas apa yg terjadi kemarin, seenggaknya gue udah melakukan apa yang harusnya dilakukan. dan bareng anak mabit, gue selalu mencintai NF Mampang huahaha. 

Oiya ada juga temen gue yg ronin bilang gini "mabit adalah alasan, yang bikin gue ga nyesel jadi ronin." Bah, mantep banget.

Dan di mabit, pertama kali belajar sampe malem di NF, dan pertama kali ngomong sama orang-orang baru. Pokoknya banyak orang yang mau masuk Mabit, tapi ga banyak yang bisa survive dan bertahan. orang-orang pilihan-lah yang bener-bener mau berjuang disini. ya meski untuk masuk PTN ga mesti masuk mabit. tapi you can find something. Ukhuwah. mungkin niat awalnya cuma belajar, tapi makin kesini kalian bakal tau bahwa sukses sendirian itu gaenak!

Buat adek-adek yang mau berjuang menggapai cita-cita, gaada salahnya belajar lebih di mabit. Waktunya emang malem, emang bakal lebih capek dari yg gaikut mabit. Tapi pasti ada bayarannya kok. Pasti. ga bakal nyesel ikut mabit, karena mereka akan jadi keluarga kedua buat kalian.

So, kenapa ragu? Yuk join ke NF mampang. Dicoba, awas ketagihan. Haha. Udah ah, terlalu semangat ngomongin mabit punya efek samping. 

Wassalamu'alaikum.wr.wb

*tulisan tanggal 25 September tapi baru sempet di publish sekarang. huahaha*


Sunday, September 22, 2013

Assalamualaikum. woy apa kabar? menjelang tengah malem. udah lama ngga menjelang tidur bersama laptop. maklum anak asrama~ oiya hari ini saya ikut OPEN HOUSE FK UI 2013. seru dan keren badai. pengen banget cerita sepanjang hari ini, tapi berhubung waktu sudah menjelang malam dan mood nulis agak mengikis karena mengurus sedikit berkas punya ummi.
cuma mau bilang:
YA, SAYA MASIH MAU BANGET JADI DOKTER. INSYAA ALLAH IT'S MY PASSION. CUMA TINGGAL LEBIH KERAS SAMA DIRI. LEBIH KERAS BELAJAR AJA. INGET PUNYA JANJI. INGET SEBERAPA BESAR HARAPAN DAN MIMPI ITU. GAK PEDULI ORANG MAU BILANG APA. JALANI SAJA DAN BUKTIKAN.

sebuah quote yang keren dan dalem banget bagi yang mehami.
Janganlah kau pergi ke taman bunga wahai sahabat,
karena jauh didalam hatimu kau memilkinya
duduklah diantara ribuan bunga lotus di taman bunga hatimu
dan rasakan kenikmatan tiada batas.

-Kabir, abad XV
Bu Yetty, Open House FK UI 2013


Wassalamualaikum cantik. mohon doanya supaya istiqomah.

Saturday, September 14, 2013

Rumah Qur'an

Bismillah. Assalamu'alaikum:)
hooooy apa kabar? baru hari ini dirumah nih. agak ansos setelah berpindah tempat tinggal:( gadeng, gaboleh sedih. seneng kok di Rumah Qur'an. sudah 5 hari. lalalala. dan secara keseluruhan saya bersyukur banget sudah diberi kesempatan. diberi keistimewaan dan menjadi salah seorang pilihan-Nya untuk menuntut Ilmu, menghafal Al-Qur'an di RQ. ya, semua ada hikmahnya. gaada yang sia-sia termasuk belajar yang kemarin.

oke, cerita dimulai.
Rencananya itu mau pindahan hari minggu malem,tapi karena ada dauroh pengajar yang sampe sore, sementara banyak barang yang belum dibeli, akhirnya diundur jadi senin malem. hari senin pagi masih ronin dari rumah, dan saya berfikir "mungkin ini terakhir kalinya berangkat ronin dari rumah....." haha lebay banget. iya, lebay emang. karena berat gitu pas mau ninggalin rumah. berangkat setelah shalat Isya dirumah. bawa koper, 1 tas pegangan, 1 tas gemblok, 1 meja belajar lipat, 2 kantung plastik yang isinya kebutuhan yang baru dibeli dan makanan. nyam~

Sampe di RQ, Alhamdulillah kondisinya lagi pada tilawah dan ngafalin Qur'an. dan, jengjengjeng.. ada Ka Rosma, kakak mentor di SMPN 41. seneng. ada temennya. kirain bakal sendirian gituuu. Ummi sepik-sepik sama mudzlifah (sejenis kepala RQ cabang pasar minggu) terus ditunjukkin sebuah kamar di atas, yang adem bingidh. dikasih sebuah lemari plastik dan beres-beres barang dibantu ketiga adik yang cantik-cantik. tiba saatnya mereka pulang. dan aku ditinggal. kata nida "yah, siapa yang ngajarin nida biologi lagi? yah kak silmy... sering-sering pulang yah." oke, hati saya teriris. sedih. tapi yaudah. cuma 20 menit juga sampe rumah wkwk.

setelah pada pulang, masuk kamar dan membereskan barang yang perlu dibereskan. dikasih bantal sama kak imeh. oiya saya satu kamar sama kak imeh dan kak pipeh. mereka berdua anak lipia dan sepertinya sudah sangat dekat. tiba-tiba saya ngerasa pengganggu mereka.*apaansih* mereka emang deket, tapi saya masih diajak ngobrol kok, sekali-sekali.

lanjut ya, disini berisi sekitar 28 orang dari belahan provinsi di Indonesia, ada yang dari Makassar, Tasik, Lampung dsb. logatnya juga macem-macem, ada yang manggil teteh, ada juga ana-anti. dan rata-rata, hampir 50% anggota RQ anak LIPIA (sebuah kampus yang bekurikulum Arab, terletak di depan Pejaten Village). sebagian lain kuliah di Al-Hikmah, ada yang di Unindra dan UMJ juga. sisanya takhosus, alias nganggur. rata-rata yang kuliah itu udah sekitar 19-21 umurnya, pada jago pisan bahasa arabnyah.. saya aja sampe bingung kalo mereka udah belajar, itu arab semua bukunya dan ngga ada harakatnya. Ya Allah itu bacaannya apaaah-__-

malam pertama disana, gabisa tidur. gatau memikirkan apa, tapi salah satunya karena gaada guling. itulah yang memanggil jiwa saya untuk pulang keesokan harinya untuk mengambil guling dirumah. *modusbangetyak* teruus jam setengah 4 dibangunin tahajjud, kak mifta, yang suaranya merduu sekali membangunkan kita, "Ukhti.. ukhti... ayo bangun.. kita tahajjud dulu.." berhubung anak baru, gamau cari masalah, langsung bangun dan wudhu, tapi ruang tengahnya masih sepi sekali. belum pada bangun. gapapalah ya, pahala kan ya nungguin sholat berjamaah~

paginya, ba'da subuh al-ma'tsuratan bareng-bareng dan yang pada kuliah bersiap untuk kuliah. dan saya, menikmati pagi dengan tilawah. subhanallah ga tidur pagi~ lumayan, satu juz. semangat! semangat! lima juz sehari bisa kok. usai tilawah, bantu-bantu yang masak di dapur. kebetulan yang pada masak itu adalah para takahsus, yang baru pada lulus sma dan belum kuliah. okesip banget. masih malu-malu sih, "anak baru yaa? namanya siapa?" tanya sesorang. "Silmy, kakak?" jawab saya. "Kok kakak sih? aku kan baru lulus.. kamu juga kan? nama aku ulfa." ujarnya sambil tertawa. belakangan, dia ternyata lebih sering dipanggil "ndut" daripada ulfa. lalu ada Farah, dia itu sepupunya shodiq. dan orangnya rame bangetz. suka ngomong "ngek" huehehe. teruus ada farida, anaknya kecil, tadinya aku fikir pendiem ternyata engga. suka freak juga, apalagi saat makanan di RQ ga sesuai selera, kita mencari makanan diluar *liatdompet* terus ada kakak lagi, namanya ka nisa, dia udah diterima di LIPIA tapi belum masuk, masuknya bulan Januari.

pagi itu, kita masaka sayur sop. hari ini giliran Farah yang masak. dia beli sayur sop sama telur balado. dan ternyata kami semua sama-sama ga biasa masak. alias baru belajar. hahaha. karena sayur sop adalah andalannya ummi dirumah, akhirnya dengan sedikit sok tahu, saya yang ngulek bumbu dan stay di depan kompor. asik-asik. sampe farida bilang "kayanya silmy udah biasa masak nih." pernyataan terkece yang pernah saya denger. yeeey. akhirnya kedua lauk itu jadi dengan seadanya, kata kakaknya sih..... enak. wkwk

terus NF, dan sempet mampir ke rumah, naro cucian kotor. payah banget, hari pertama gajadi nyuci. terus pas balik ke RQ, ternyata ba'da ashar ada tilawah jama'i gitu satu juz. lumayan buat nambahin supaya 5 juz. yang sangat saya nikmati adalah suasananya. disana, no time for no Qur'an. hampir setiap saat disana terdengar sayup-sayup suara Qur'an. subhanallah. apalagi sudah 4 orang yang hafidz disini, semoga cepet nyusul ya Allah. jadi dokter yang hafidzah. eh salah, jadi hafidzah yang dokter. yang bisa bermanfaat buat banyak orang:)

terus malam harinya, ada sejenis setoran tilawah gitu. saya beserta anak baru takhosus diajarkan oleh kak nadia. orangnya baik, logat-logat melayu-padang begituu. dan beliau hafidzah. orang pertama yang nawarin saya makan di pagi pertama di RQ. hihihi. jadi, bacaan tilawah kita di tartil gitu.. supaya saat menghafal, tajwidnya gaada yang salah. malam itu usai menyelesaikan 5 juz di jam 9 malam, saya belajar. belajar pelajaran SBMPTN, terasa benar waktu yang kita miliki sangat kurang jika dibandingkan urusan yang harus kita selesaikan. jadi, setiap malam, ga boleh nyia-nyiain waktu untuk belajar. harus tawadzun alias balance alias seimbang. GAMAU RONIN LAGI kan? makanya belajar. Istiqomah ya Allah.

hari kedua belajar nyuci, padahal cuma satu baju dan celana panjang. tapi pengen ngerasain aja... wkwk. sengaja gadibawa pulang walaupun bisa. kalo pulang melulu kapan mandirinya? azeek. tapi tetep, hari kedua abis NF, pulang. ummi masak ayam kecap. numpang makan dirumah terus baru balik ke RQ. ckck.
hari ketiga, again saya pulang lagi, berhubung abi sedang bertambah umur. jadi makan-makan diluar. okesip banget emang yak, di asrama tapi ga berasa kaya asrama. hari keempat baru gapulang. yeyeye berhasil!

disini, para takhosus (karena saya deketnya sama mereka) suka bercanda gila gitu, rata-rata dari bekasi, cakung, jauh. jadi ngerasa gatau diri kalo pulang melulu. tapi, kita suka ngumpul-ngumpul sambil diem-diem make hp. emang dasar nakal ya. abis ini gaboleh gitu lagi sil. fokus sama tujuan. sama target. gaada kesuksesan yang instan. tapi, meskipun nakal gituu, kami (mereka dan saya) punya tujuan yang sama. HAFIDZAH. aamiin ya Rabb. bahkan farah udah nargetin, sebelum nikah di umur 21, dia harus udah jadi hafidzah. kece ga tuh? nikah pake target? wkwk.

eh, udah maghrib. masih punya tanggungan tilawah 5 juz lagi. karena kemarin pas ustadz dateng, tenyata tilawah buat anak baru ditambah jadi 10 juz. okesip banget. bangetngetnget. itumah gaada waktu buat leha-leha lagi. yasudah. mungkin segini dulu aja ceritanya, next time saya bakal cerita tentang gimana di RQ lagi, semoga dengan bacaan tilawah yang semakin baik.

"Ikuti prosenya, kalian disini murni adalah PILIHAN Allah. ada banyak orang yang sudah telepon ke saya, tapi ternyata gabisa masuk di RQ. bersyukurlah. inilah cara Allah memuliakan kita. jangan berhenti mendekatkan diri dengan Qur'an." Ustadz Fadil -pendiri Rumah Qur'an

yang lagi pada kuliah, semangat yak. udah mulai masuk kelas nih ye, ngga cuma ospek aja. wahaha.
Allah the best planer!

Wassalamualaikum.wr.wb

silmy kaaffah









Saturday, September 7, 2013

Rumah

Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaikum:) hayhayhay. long time no write~
Sedang menikmati hari-hari terakhir di rumah yang nyaman. ngga deng, gatau ini apa namanya menikmati atau berat meninggalkan sebuah rumah yang selama 18 tahun belakangan jadi tempat tidur, tempat bermukim, berlindung, tempat dimana aku tumbuh besar, membuka mata, merasakan manisnya masa-masa remaja *asiik*, tempat yang pernah hanya jadi tempat persinggahan sewaktu kelas 11 dulu, tempat yang dimana selalu ada tawa dan tangis (sebut aja tangis karena berantem) sama 4 adik kesayangan, tempat aku mengistirahatkan diri dari kesibukan, tempat belajar, belajar berjuang sampe jam 2 malem sebelum SBMPTN, tempat berbagi cerita di kamar sama nidaan, tempat belajar jalan, saat jatuh bangkit lagi, tempat aku kecebur rumput laut pas masih bayi, aih ngga selesai-selesai ini kalo ditulis semuanya. 

Bismillah, mulai minggu depan aku akan tinggal di tanah yang berbeda, di sebuah tempat, where i call "Rumah Qur'an" tempatnya sih ngga jauh, didaerah Pasar Minggu. 20 menit jugsa sampe rumah kalo naik motor. tapi, berat, berat, berat. gaboleh gitu, harusnya dari awal ikhlas. inget tujuan untuk apa aku ke Rumah Qur'an. tapinya, ya namanya perasaan, sulit dibohongi. semakin dekat hari kepindahan *kaya mau kemana aja* semakin sesak, semakin ngeri, takut. lebih karena takut meninggalkan kenyamanan yang ada dirumah mungkin ya.

Ya, itu kenyataan yang emang harus diterima. saya, silmy kaaffah, masih takut pisah sama orangtua. masih banget. masih takut disana ngga bisa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan dirumah, gabisa seenaknya. harus belajar jadi perempuan, dengan cuci baju, masak, beres-beres rumah. karena disana ada semacam jadwal piket gitu. masih takut dengan berbagai resiko yang ada. 

Tapi, kadangkala kita memang harus keluar dari zona nyaman kita. harus banget. kalo berada di tempat yang selalu nyaman, kapan kita belajar? 
Kadangkala, kita harus berani mengambil sikap yang mungkin harus mengorbankan banyak hal. karena selalu ada pilihan untuk bergerak atau diam saja.
Kadangkala, kita harus berkaca, bermukim, berpindah tempat. supaya kita tahu bagaimana dunia diluar sana. harus bisa survive bukan cuma karena ada orangtua.
jika bukan diri kita yang keras sama hidup, hidup yang akan keras sama kita, dan akhirnya kita yang mengalah.

Ada banyak pilihan, bisa tetap dirumah dengan kegiatan yang luntang-lantung, belajar iya, cuma mainnya lebih banyak, apalagi tidurnya. baca buku sih iya, cuma lebih sering baca timeline twitter. parah banget. parah, ini hidup yang sangat ga sehat. sadar benar diriku. 

Makanya, meski berat, ya jalani saja. toh semua sudah diatur sama Allah. tinggal aku, mau apa engga menjalani hidup yang lebih baik? hidup yang diatur dan hidup yang penuh cinta dengan kitabullah ini? sekarang belum terasa, belum tau gimana disana nanti. belum. semoga Allah membukakan jalan yang terbaik. semoga disana aku benar-benar menikmati setahun ini, menikmati cinta Allah yang kadang kita ngga pernah tahu darimana Ia menyalurkannya. 

Rumahku tidaklah besar, tidak dikelilingi taman-taman, tidak juga dengan barang-barang mewah. hanya rumah sederhana yang bersih dan nyaman. kamar ini, jadi saksi bagaimana aku menjadi semakin besar. terimakasih sebuah ruangan kecil didekat ruang tamu, terimakasih memberikan rasa nyaman ini:) namun, tak selamanya aku disini. aku harus bergerak mencari kamar baru, untuk memulai aktivitas baru, memulai hidup yang insyaAllah jauh lebih baik. semoga, saat waktunya aku kembali, aku tak pernah menyesal pernah meninggalkanmu. bau kamar ini, bau gundah, bau galau, bau suka, bau bahagia, bau ummi, bau yang tak akan pernah terlupa.

Selamat datang hari baru. Kuat ya, kuat bertahan. 

Rumah Qur'an ini sangat menarik, dalam dua tahun rata-rata, yang disini bisa menyelesaikan hafalannya. bahkan ada yang cukup waktu 8 bulan. Jadi, nanti pas awal masuk, kita disuruh memperbanyak tilawah untuk membiasakan lisan kita membaca Al-Qur'an. targetnya, dalam sehari bisa 10 juz. Masya Allah. Subhanallah. Ia pemilik kalam, Ia selalu mempermudah jalan orang-orang yang mau berusaha. semoga kita termasuk didalamnya.

Ya Rabbi, hamba-Mu selalu ingin menjadi hamba yang baik
Selalu ingin banyak hal yang hamba tak tahu apakah Engkau meridhoi atau tidak
Ya Rabb, hamba mohon ridho dari Engkau ya Rabb.
Pada setiap langkah hamba. Pada setiap helaan nafas hamba. 

ya, itulah sekelumit kisah kegalauan seseorang yang mau pindah sejauh 5 kilometer dari rumah. tiap minggu pulang itumah bisa. lagi ngebayangin kalo dulu beneran dapet di Aceh, jadi apa diriku? haha, Allah tau aja kalo aku perlu menyiapkan diri untuk diluar kota. 

Tetap percaya pada mimpimu yang mungkin masih bermukim di langit ketujuh. yang mungkin masih tak terlihat rupanya. kita hanya perlu berani. berani bermimpi dan berani mempertanggungjawabkan mimpi kita. yang kelak, semoga di hari akhir bisa memperberat timbangan kita dengan usaha yang kita lakukan.
tidak akan tertukar kok, pahala untuk orang yang berusaha sedikit dan banyak. tidak akan pernah, Allah punya sistem pencatatan yang membayangkannya saja mungkin sulit. 

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Rumah, Buncit Raya, Jakarta Selatan
08-09-13

Dengan segenap perasaan,
Silmy kaaffah




Thursday, September 5, 2013

Nyeremin, tapi ngangenin~


someday, kaya gini lagi (?)
Inshaa Allah<3 nbsp="">

Saturday, August 31, 2013

Indahnya Kegagalan

Assalamualaikum.wr.wb

*ini bukan tulisan galau kok, cuma ngambil dari pelajaran BIP NF Ronin. check this out~*




Kegagalan seringkali menyakitkan. Kegagalan juga banyak membuat orang kehilangan harga diri. Kegagalan menjadikan pikiran kita tumpul dan akal sehat  tidak berfungsi. Tapi apakah harus selalu begitu? Saya rasa tidak.

Pernah ingat saat kita baru belajar berjalan semasa kecil? Kita tidak pernah berfikir apakah kita bisa berjalan padahal dulunya kita hanya bisa berbaring. Meskipun jatuh, kita bangkit lagi untuk mencoba, lagi dan lagi. Berdasarkan penelitian, rata-rata seorang bayi jatuh sebanyak 120x untuk dapat berjalan. pada akhirnya, sang bayi, termasuk kita bisa merasakan nikmatnya berjalan meski melalui tahap yang dinamakan "jatuh".

Kegagalan itu lumrah.

Realitas hidup kita sebagai manusia sangat beragam dan penuh warna. Ada sakit ada sehat. Ada suka ada duka. Ada sukses, ada gagal. semua sudah fitrah, alias ya memang wajar-wajar saja. Adakah manusia di dunia ini yang tidak pernah mengalami kegagalan? jawabannya pasti tidak. dan semua itu berlangsung sepanjang zaman. sejak dari zaman Nabi Adam As sampai menjelang hari kiamat nanti.
Seperti Rasulullah yang menyampaikan risalah di daerah Thaif, namun penolakan dari mereka begitu besar. Beliau dilempari batu oleh penduduk Thaif. Apakah Rasulullah gagal? nyatanya tidak, karena kesabaran beliau dalam berdakwah, hingga saat Malaikat Jibril bertanya untuk menghancurkan daerah Thaif, Rasulullah menjawab TIDAK. Beberapa masa kemudian, nyatanya Thaif menjadi salah satu wilayah pembela Islam. Ya, keberhasilan terkadang tak melulu langsung kita dapatkan. ada kalanya kita harus bersabar. sangat bersabar.
Begitupula yang dialami oleh para pahlawan kita seperti Imam Bonjol yang diasingkan ke tanah Jawa. Sultan Hasanuddin ditaklukkan dengan Perjanjian Bongaya. Pattimura dihukum mati ditiang gantungan. Begitulah sejarah mengalir atas kehendak-Nya. namun, apakah mereka yang kita sebutkan tadi gagal? menurut saya tidak sama sekali. Mereka sukses dengan cara mereka. mereka sukses menggapai kematian dengan cara terhormat. So, gagal atau tidak hanya tergantung bagaimana kita memandangnya..

Ya, persepsi kita dalam melihat sesuatu menentukan bagaimana kita akan melanjutkan perjalanan kita. kita diberikan kebebasan untuk memilih. Kita dapat memandang kegagalan sebagai sesuatu yang menjengkelkan atau membuat kita stuck. tapi kita juga bisa memandang kegagalan sebagai sesuatu cara untuk menjadi lebih baik.
Nyatanya, persepsi kita terhadap sesuatu menentukan perasaan kita. Persepsi lahir dari keyakinan kita atau belief system kita. Oleh sebab itu bila kita ingin menikmati kegagalan yang kita alami, kita perlu memperbaiki keyakinan kita, persepsi kita akan kegagalan.

Jadi, harusnya persepsi seperti apa yang benar tentang kegagalan?
1. Kegagalan sebagai bahan evaluasi yang efektif. 
    Kamu tahu berapa banyak percobaan yang dilakukan Thomas Alfa Edison? banyak pendapat, ada yang 1000 kali, 100 kali, 10.000 kali. banyaak ya. adakah disini yang sudah merasakan percobaan layaknya bapak penemu bola lampu ini? saya ingat kata-kata guru BIP bahwa Thomas Alfa Edison mengatakan "Saya tidak melihat bahwa saya sudah gagal beribu kali. namun yang saya lihat adalah saya sudah menemukan ribuan jalan untuk membuat lampu." this.
    Adanya kegagalan memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar, untuk itu jangan menghidari kegagalan. Karena secara tidak langsung kita sedang mencari tahu penyebab kegagalan dan mencari solusi untuk menemukan jalan keberhasilan. sehingga kita menjadi tahu dimana jalan yang salah dan benar.

2. Meciptakan Pilihan-Pilihan Baru
    Kadang kita tidak dapat menyerap makna kegagalan bagi kita, namun ternyata secara tidak langsung kegagalan membawa kita kesebuah jalan yang belum pernah kita temukan sebelumnya. Misal, kalau kita dapet nilai jelek, otomatis kita nyari cara baru dong supaya nilainya ada perubahan.. Kadang keberkahan seringkali muncul pada saat orang mengalami ujian berat. Keterpurukan, kekalahan. Sengsara yang membawa nikmat. hehe. Kegagalan justru akan membuat seorang hamba matang dalam berbagai hal. Mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang ia pikirkan.

3. Kegagalan Sarana Meningkatkan Potensi Diri
    Semakin sering mengalami kegagalan, otak kita akan semakin dilatih untuk menghadapi permasalahan dam bagaimana mencari jalan keluarnya. Sebaliknya, cara berfikir konservatif-yang selalu takut dengan kegagalan- tidak akan membuat potensi diri keluar dengan optimal.
     Oleh karena itu bersyukurlah jika kamu menghadapi kegagalan. Karena dengan kegagalan kamu sedang disiapkan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. kamu akan ditempa untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
     Ini bisa diibaratkan dengan pohon bambu. pada 6-7 tahun pertama pertumbuhan, pohon bambu hanya terlihat beberapa puluh sentimeter saja tingginya. secara kasat mata kita melihat seperti tidak ada pertumbuhan. namun jauh didalam tanah, ternyata pohon bambu sedang menyiapkan akar yang kuat, memperlebar penyerapan dan memperkokoh untuk tumbuh keatas. setelah 6-7 tahun, pohon bambu akan tumbuh demikian cepatnya dan menghasilkan pohon yang tahan banting.


4. Kegagalan tempat melatih Kesabaran. 
    Kesabaran membuat kamu memiliki harapan . harapan bahwa impian kamu bukanlah sesuatu yang utopia. Tetapi suatu yang nyata. Kesabaran juga menstabilkan emosi kita. Kesabaran mampu meredam dan mengobati kekecewaan. Kesabaran pula yang membuat kita waspada terhadap usaha menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Pendek kata, kesabaran multiguna dalam meraih impian kamu.
     Namun kesabaran akan ada batasnya jika tidak dilatih. kesabaran seperti otot yang harus dilatih rutin hingga memiliki kemampuan mengangkat beban berat. tanpa kesabaran rangkap, langkah kamu akan gontai. kegagalan adalah cara melatih kesabaran yang paling efektif. kegagalan adalah obat mujarab mendapatkan kesabaran optimal.


Jadi, bergeraklah. Jangan ragu. Jangan bersedih. Perjuangan masih panjang.
Syemangat RONIN'ers 2014. Semoga Allah mempermudah langkah-langkah kita.
Syemangat juga amel, lila, ilo, sabila dkk.
Syemangat juga yang udah pada kuliah~~.

ayayaya, mari bergerak. keep believe


Monday, August 26, 2013

Pasca

Assalamualaikum!

Hai blog! udah beberapa hari ngga ngepos ya. kan ceritanya lagi menyibukkan diri, biar ngga keliatan nganggur-nganggur banget. hehe. abis ngerapel baca blognya elsa. selama ini aku follow dia, tp posnya dia ngga pernah keliatan kalo dia abis ngepos. okesip. dan kisahnya itu................ *isisendiri*

Kalo orang-orang cerita OSPEK, aku juga ah. aku abis ospek ronin, bimbel nf. ehehe~
Hari ini hari pertama ronin, untuk pertama kali belajar lagi selama 3 jam, 2 sesi tadi. kimia, Pak Agung gurunya. asek banget dah. pas ngeliat aku beliau bilang "Semangat!" aku jawab "Semangat!" sambil ngepalin tangan. haha basi sih sebenernya bilang semangat. tapi untuk megurangi luka, kenapa engga? *tsaah. Percaya atau engga, pas dijalan menuju NF, aku deg-degan, Bismillah ya Allah. harus tetep semangat. Pas lagi masuk kelas juga, muka-muka yang engga aku kenal hadir. ada sih temen SMP, si sabila. tapi tetep aja udah lama gaketemu, garing gitu. wkwk. tapi yang aku syukuri, bahwa ORANG YANG RONIN ITU SEDIKIT, TAPI SETIDAKNYA MENANDAKAN BAHWA KAMU GA SENDIRIAN BERJUANG "LAGI"

Emang belum kenal banyak sih sama temen sekelas, paling baru 5 orang. dan itu berkat SKSD. "hay, namanya siapa? dari sma mana? dulu milih apa? sekarang mau milih apa?" pengen gitu ke temen sekelas tapi gaada waktu. haha. seenggaknya pengen banget temen-temen yang bakal nemenin perjuangan aku selama setahun ini bisa ngerasain feel kekeluargaannya, karena percuma aja ronin kalo cuma belajar formal. kapan lagi belajar kehidupan? haha. proses proses proses. Bismillahirrohmanirrohim lagi, everything will be okay. keep smile:)

Ngomongin masalah belajar kehidupan, dikarenakan seminggu kemarin adek-adek aku udah pada sekolah. berhubung dirumah tinggal aku dan ummi, jadilah aku belajar kehdidupan yang sebenarnya, belajar jadi ibu rumah tangga maybe. ini salah satu part yang agak susah sebenernya. dimana kalo pagi biasanya buru-buru ke sekolah, sekarang bangun tidur harus beres-beres rumah. kalo udah nyentuh kasur, langsung deh ummi bilang "Silmyyyy, tolong potongin bawang, nyapu, ngepel. ayooo anak gadis gaboleh males! nanti gimana kamu kalo udah jauh sama ummi? sini diajarin dulu sini!!" okelah, menjalani hari-hari sebagai calon ibu rumah tangga yang baik. dinikmatin aja nyapunya, ngepelnya, belajar masak: dari mulai cara goreng bakwan yang baik, bumbu ayam goreng, meretelin jagung dengan menggunakan pisau yang bikin tangan merah-merah, banyak deh. target jangka pendek pengen bikin bubur kacang ijo yang enaaaaak banget kaya buatan ummi. terus kalo bisa bikin kue-kue kering atau segala jenis makanan yang enak, yang kalo masaknya berjam-jam tapi yang makan galebih dari 5 menit. nyaaaam:6

Itulah kegiatan lainnya paling baca buku, masih belum khattam "Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim"-ny Salim A Fillah. Bukunya bagus, jleb dan penuh pengetahuan, masih ngga ngerti Ustadz Salim ngambil referensi darimana aja buat buku itu selain dari kitab ajaib Al-Qur'an. kedalaman bahasanya, dan isinya. Menjauhi hal-hal mudharat, termasuk, itu.

Untuk masalah tahfidz nih yang masih keteteran, masih bingung mau dimana, ada banyak tempat sebenernya,
di Al-Hikmah -> yang ini dari bocah umur 3 tahun aku emang disini
di Daarul Qur'an Mulia -> daerah Serpong, harus nginep disana. tapi mau ronin di nf. jadi gimana caranya?
di Utsmani -> daerah condet, masih gatau gimana kurikulum disana
tau banget kok kalo masalah ini, hafalan Qur'an, balik lagi ke diri kita sendiri, kalo kita ngerasa butuh, ngga bakalan tuh ngelepasin ayat indah nan agung ini. hanya saja, kadang kita terlalu terlena, terlalu membenarkan alasan-alasan kesibukan yang kita bikin sendiri. Harusnya ada jam khusus buat Kalamullah ini.
Duh, ya Allah ampuni hamba-Mu yang lemah ini. mari perbaiki target diri. ngga mau kan sia-sia setahun ngga nambah hafalan? jadi dokter yang hafidzah, itu cita-cita yang tinggi banget. semoga yang tinggi itu bisa digapai dengan kesungguhan dari jiwa. keep moving~ #gagalaulagiartinya

Kalo dulu, bersyukurnya di Jakarta adalah karena masih bisa aktif di FARIS dan Mabit, semoga tetep begitu. minggu depan udah dauroh pengajar, harus mempersiapkan diri menjadi guru yang baik, yang ilmunya bisa diterima sama murid-muridnya, yang muridnya bisa nyaman dan bisa saling tukeran ilmu. karena gaada kata malu buat terus belajar. Semoga yang pada di Jakarta tetep peduli sama mabit, bisa berkontribusi lebih dan bikin mabit 2014 jadi salah satu cikal bakal penerus yang baik.

Dan di FARIS, ini yang sungguh membuatku tak menyangka~ kemarin ada acara halal bi halal gitu kan ya, undangannya buat alumni 2013, bertempat di kompleks DPR RI, rumahnya Pak Yan Herizal. di undangan, acara ditulis jam 8. siap-siap, janjian sama cecen buat ngasih buku ke alvin jam 8 kurang. ketika sampai disana.... nengnong.. ada ka dewa. ikhwannya, entah ada siapa. 'Jujur, cuma disini, di 14 saya nemuin, dimana hijab masih dijaga kental. dimana ketika ada ikhwan dan akhwat tidak bercampur baur, tidak saling tatap meski kesempatan selalu ada. aiiih. kangen banget sama gedung ijo dan segala kenangan manisnya. love you pake banget deh' Lanjut yah, jam terus bergulir. ternyata sampe jam 9 lewat belum ada satupun 2013 yang hadir kecuali aku dan chareza. mungkin yang lain lagi sibuk ngerjain tugas OSPEK fakultas. pasti ribet banget ya, pasti capek, pasti lelah. semangat kalian! Sedih sih sebenernya, bahkan sampe kepikran, gaenak banget dateng sendiri, mana alumninya banyak. Tapi, i found something. bahwa, ngga seharusnya sedih, karena di tiga wajah alumni disekitarku, ada Ka Dewa, Ka Niroh sama Ka Fitri, ngga ada tuh wajah-wajah sedih, malah lebih sering bercanda, nawarin makan yang harusnya buat 10 orang, finally, cuma buat aku sendiri. haha. aih, keren sekali mereka, masih aja gitu semangat bikin acara meski cuma 3 orang peserta, sisanya alumni-__- tapi ya, harus banyak belajar. Benar saja pernyataan "Ikatan ukhuwah itu lebih kental  dari darah daging." indahnya berukhuwah, ana uhibbuki fillah. saya sayang banget sama kakak-kakak faris, semoga awal yang mungkin sedikit ini menjadi cikal bakal sesuatu yang akan tumbuh subur. Insya Allah.
Oiya, gatau tiba-tiba tadi pagi ada grup baru di WA, nama grupnya LF Faris 14. masih ngga ngerti apa. tapi ya Allah, istiqomah bisa memberikan yang terbaik. ga klise. okee.

biarkah hidup berjalan, mengalir, bersemi, indah ada waktunya.
fokus, salah satu cara menggapai mimpi.
semua berlalu tidak terasa, maka jangan biarkan itu menjadi kesia-siaan.

selamat senja, mari berbuka:)
Wassalamu'alaikum.wr.wb

*selamat menjalani dunia perkuliahan teman-temannnn! sibuk pasti, tapi jangan lupain aku yah #pengen banget. yang anak rantau, hati-hati jaga diri, jadi mandiri lah yaa*


Tuesday, August 20, 2013

Janjiku pada Temanku..

Malam ini aku berjanji tak ada air mata sesal lagi. Yang ada air mata untuk terus menerus berjanji untuk semakin kuat. Aku harus percaya pada mimpiku. Mimpi seorang pejuang yang tak ingin kapalnya kandas ditengah jalan karena kapalnya menabrak 5x.
Aku harus kembali percaya pada Tuhanku yang telah memilihku untuk tetap hidup dan meneruskan perjalananku meski pahit. Dia menginginkan aku lebih banyak belajar. Belajar kehidupan. Belajar tentang sakitnya rasa. Belajar percaya.

Kemarin hari, saat rasa sakit ini tak mampu ku bendung aku merobek seluruh mimpiku di kamar. Aku menangis sesal. Mengapa takdirku begitu berat? Mengapa semua berlalu begitu sulit? Aku hilang rasa. Apa segitu bodohnya aku? Ah Tuhan, mengapa?

Sesaat hariku masih beku. Lalu ku lihat hp, banyak.. Banyak sekali kata semangat yang ku simpan. Kubaca saat aku mulai merasa terluka. Namun mengapa hari itu tak terasa menyegarkan? Tak berguna, mereka tak mengerti. Aih, aku merasa sendiri.

Namun semakin hari berjalan panjang, semakin ku buka mataku, semakin ku telisik diri ini lebih dalam, sebenarnya apa yang ku cari? Apa sekedar lulus menjadi mahasiswi? Bukan begitu harusnya.

Kembali ku lihat layar hp, mereka dengan senyum-senyum mereka.. Ku lapangkan dadaku lebih dalam. Ku tatap mata-mata di layar kaca itu. Mereka berjuang bersamaku dahulu, belajar bersamaku, tapi mereka berlari lebih dahulu. Mereka berlari sambil menarik tanganku, namun aku tak mau. Aku justru terdiam memandangi kata "maaf" di tiap pengumuman itu. Tapi mereka terus berusaha menarikku, memanggil namaku untuk segera menyusul mereka.

Ya, suatu hal yang tak dapat ku pungkiri adalah mereka menunggu, menungguku di garis finish sambil meneriakkan namaku. Tugasku tinggal berlari mengejar mereka. Tugasku bukan lagi meratapi kata "maaf" itu. Sesungguhnya bukan untuk itu. Namun untuk sesuatu hal yang lebih besar, aku akan mencapai garis finish dengan caraku, dengan teriakkan mereka, dengan senyuman mereka.

Mungkin akan terlambat, tapi siapa yang tau di perlombaan berikutnya siapa yang akan menang. Siapa yang tahu suatu hari nanti saat kita bertemu kembali sudah jadi apa kita.

Maka malam ini, berjanjilah pada dirimu sendiri untuk tetap mengangkat kepala, menatap kedepan dengan senyum. Dengan semangat yang membara. Dengan kicauan mimpi indah yang tiada habisnya. Dengan usaha maksimal hingga tubuh ini tak sanggup lagi menahan bebannya.

Maka berjanjilah. Untuk setia mengejarnya. Untuk selalu bertahan meski semuanya terasa sesak. Untuk selalu tersenyum kepada mereka dan mengatakan "aku baik-baik saja". Selalu ada jalan untuk kita. Selalu ada cerita dibalik peristiwa.

Teman, merekalah salah satu sumber nafasku. Yang membuatku masih bertahan dengan hati biru.

Teman, terimakasih atas ucapmu, senyuman itu, tawa itu, percakapan kecil itu dan cinta itu. Semuanya masuk kedalam lubuk hatiku yang terdalam.

Teman, tunggu aku disana. Bersiaplah untuk menghadapi hari esok. Meski jarak memisahkan, biar hati ini yang jadi saksi kisah bisu kita.

Terimakasih untuk segalanya. Terimakasih untuk terus memberikan warna. Suatu hari nanti, kita bertemu kembali dengan apa yang kita miliki, dengan mimpi-mimpi kita.

Jakarta, 20 Agustus 2013
21:42

Silmy Kaaffah