Thursday, August 1, 2013

Pertemuan di Pagi Hari

Bismillahirrohmanirrohim
pukul 03.30 pagi, aku dan ummi sibuk mencari lauk untuk sahur, karena kita sedang menginap di SDIT Al-Hikmah, bolak-balik ke dapur ruang guru putra. lalu terlihat seseorang mengenakan baju biru dan peci sedang memegang gadget sendirian, awalnya aku tidak begitu ngeh. lah wong beliau bapak-bapak.
bolak-balik aku mengambil air minum melewati beliau.
tiba-tiba ummi datang menyusulku ke dapur ruang guru, "Sil, itu Pak Tif sil.."
"Hah, yang mana mi?"
"Itu yang lagi duduk didepan.."
"Iyaa? woow~"

sekilas ku intip wajahnya dari dalam, ohiya bener. huahaha, dasar dah. beliau seorang menteri, lewat main lewat aja. akhirnya usai menmbawa makanan ke sebuah ruangan di kelas, ummi mengajakku bertemu beliau..
"Assalamualaikum ustadz.."
"Waalaikumsalam.." jawabnya dengan senyum
"Ini kenalin anak saya, silmy.. lagi berjuang nih ustadz, mau masuk PTN belum dapet-dapet." aku memunculkan diri, tersenyum malu-malu.
"ohiya, saya juga dulu ngga dapet negeri kok, padahal udah nyoba berkali-kali juga, kan apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah juga begitu.." ujarnya.
aku tersenyum kembali. deg-degan juga.
"Emang SMAnya dimana?"
"SMA 14 ustadz.. kalo ustadz?"
"Saya dulu STM, tapi SMA juga.."
"Iya deh Ustadz, doain aja nih supaya anak saya dapet yang terbaik.." kata ummi
"InsyaAllah.. InsyaAllah."
"Yuk, pamit ustadz, mau sahur dulu.." kami berpamitan.

aku jadi ingat kisah Umar Bin Khattab, seorang khalifah namun penampilannya bukan seperti khalifah. bajunya sudah tak layak digunakan, namun ketika ditanya kenapa menggunakan baju itu beliau menjawab "Aku telah diberi kemuliaan dengan Islam, lalu apakah itu tidak cukup?"

para khalifah yang ketika bersama pasukannya namun tidak terlihat perbedaan penampilannya. subhanallah.
entah, meski pak tif bukanlah seorang khalifah pada zaman dulu, namun sedikit kutemui persamaannya, ya, sama-sama tak terlihat kalau beliau adalah seorang menteri. tidak ada pasukan-pasukan khusus yang mengawalnya, tidak terlihat bahwa ia adalah orang penting di negeri ini.
semoga kelak di Indonesia akan ada banyak orang-orang yang menjunjung tinggi kesederhanaan namun tetap menunjukkan profesionalisme. semoga semakin banyak para pemimpin yang tidak terbuai dengan harta-harta yang ia miliki. semoga

semangat para calon-calon pemimpin negeri,
masa depan Indonesia ada di tangan kalian.







No comments:

Post a Comment